Permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah daerah di era desentralisasi adalah lemahnya koordinasi dan sinergi proses perencanaan pembangunan yang menimbulkan ketidakefektifan proses perencanaan dan cenderung menciptakan kesenjangan sosial-ekonomi antara lokal dan regional. Salah satu hal yang signifikan sebagai penyebab adalah kapasitas stakeholder dalam melakukan perencanaan, implementasi, monitoring dan evaluasi pelaksanaan program pengembangan ekonomi lokal. Di sisi lain, saat ini pemerintah daerah tidak hanya diharapkan berfungsi sebagai koordinator dan pembuat kebijakan, tetapi juga dituntut untuk mempunyai jiwa dan semangat kewirausahaan agar dapat merangkul kelompok masyarakat usaha baik individual maupun badan usaha (stakeholder). Untuk itu Pusbindiklatren Bappenas merancang pelatihan Regional Economic Development Supports (REDS) untuk meningkatkan kualitas SDM dan memperkuat daya saing perkonomian. Pelatihan dirancang sejalan dengan program nasional Revitalisasi Pengembangan Ekonomi Lokal dan Daerah. Pelatihan ini secara umum bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para perencana di bidang pengembangan ekonomi regional di tingkat kabupaten/kota dan provinsi, khususnya untuk meningkatkan kompetensi perencana pemerintah dalam penyusunan rencana pengembangan ekonomi regional (action plan) yang SMART; lebih melibatkan stakeholder melalui perencanaan partisipatif; meningkatkan kemampuan mengimplementasikan action plan dan mengubah action plan menjadi dokumen perencanaan (RKPD dan RPJMD); serta merintis pembentukan REDS Center (Expert Pool) di tingkat Provinsi, dengan meningkatkan keterlibatan perguruan tinggi dan pelaku usaha lokal.
Untuk memenuhi kualifikasi training yang dibutuhkan, Pusbindiklatren Bappenas memberikan beasiswa training of trainers yang kali ini dilaksanakan di ITB Bandung dan Miyazaki Jepang. Pelatihan bertujuan untuk memberikan pemahaman LERD/REDS Integrated Training System;
memperkaya ide, pemikiran, dan persfektif peserta tentang teori, konsep dan aplikasi perencanaan pembangunan (nasional dan daerah) pengembangan ekonomi lokal;memahami dan dapat menyusun bahan-bahan untuk rumusan kompetensi serta disain dan kurikulum diklat. Peserta juga diharapkan mampu menghasilkan rumusan kompetensi dan menyusun desain dan kurikulum diklat LERD Domestic dan REDS Linkage.
MPKD UGM berkesempatan mengirimkan 2 staf pengajar (Prof. Rijanta dan Deva Foster Haroldas Swasto ST., M.Sc.) untuk mengikuti kegiatan training of trainers ini.