MPKD UGM. Pada kesempatan ini admin akan mengulas naskah publikasi yang berjudul Evaluasi Implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (Rpjmd) Kabupaten Halmahera Barat 2006-2010 Melalui Persepsi Masyarakat yang ditulis oleh : Demianus Yubu. Sebagai Pembimbingnya adalah Ir. Gunung RAdjiman, M.Sc. dan Ir. Didik Kristiadi, MLA., M.Arch.UD.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebagai dokumen wajib dalam proses perencanaan yang dilakukan oleh pemerintah daerah merupakan salah satu dokumen vital yang menentukan seperti apa arah pembangunan suatu daerah ke depan. Hal ini dikarenakan sebagai perencanaan dengan periode lima tahunan, sinergi dan integrasi tiap Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) akan sangat kontributif dalam terwujudnya tujuan pembangunan jangka panjang di suatu wilayah. Untuk itu sebagai dokumen vital, setiap implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) wajib dievaluasi, sehingga permasalahan maupun keberhasilan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dapat diidentifikasi dan dijadikan acuan bagi proses pembangunan ke depan. Dalam penelitian ini, fokus evaluasi tertuju pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) periode 2006-2010, dengan lokus Kabupaten Halmahera Barat.
Halmahera Barat sebagai salah satu kabupaten baru, yang juga baru pertama kali memiliki Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), sangat penting untuk ditinjau sejauh mana capaian pembangunannya. Adanya indikasi pembangunan yang tersentralisasi, jumlah infrastruktur yang belum memadai hingga aksesibilitas yang sangat minim, mengharuskan adanya suatu sistem pelaksanaan evaluasi terhadap Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang diimplementasikan. Untuk itu dilakukan evaluasi dengan mengkomparasikan output Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dengan persepsi masyarakat.
Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa proses implementasi Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa proses implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) di Kabupaten Halmahera Barat masih harus ditingkatkan. Hal ini sebanding dengan ketidakpuasan masyarakat terhadap hasil implementasi dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tersebut. Ketidakberhasilan maupun ketidakpuasan ini dikonstruksikan oleh faktor-faktor internal maupun eksternal. Hasil tersebut diperoleh melalui riset mendalam dengan menggunakan paradigma berpikir deduktif, yang dipadukan dengan metode kualitatif dan kuantitatif.
Baca selengkapnya : Evaluasi Implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (Rpjmd) Kabupaten Halmahera Barat 2006-2010 Melalui Persepsi Masyarakat
Pembaca blog MPKD UGM silahkan untuk berbagi tulisan dan tanggapan yang bersifat positif dan membangun. Untuk komentar silahkan anda masukan di bawah tulisan atau anda bisa menyebarkan tulisan ini dengan mengklik ikon bagikan ini dan beri penilaian dengan like this. Anda juga bisa masuk di page mpkd dengan alamat sebagai berikut : Page MPKD UGM. Serta kunjungi juga groupnay MPKD di Magister Perencanaan Kota & Daerah di facebook.