MPKD UGM. Publikasi tesis berikut ini dari Dien Fahriyandy dengan NIM : 11/327644/PTK/08020 sebagai pembimbing tesis : M. Sani Roychansyah, S.T., M.Eng., D.Eng. Mengambil judul : Negotiation As A Process In Resolving Land Conflict: A Case Study In Forest Land Dispute In Indonesia (Negosiasi sebagai Suatu Proses Penyelesaian Konflik Lahan: Sebuah Studi Kasus Perselisihan di Kawasan Hutan di Indonesia).
Perubahan fungsi dan batas wilayah suatu kawasan hutan di Indonesia seringkali diikuti oleh terjadinya konflik dengan masyarakat setempat. Hal ini terjadi jika dalam prosesnya pemerintah secara sepihak menetapkan suatu kebijakan tanpa melakukan kesepakatan dengan penduduk setempat. Penelitian ini membahas tentang suatu konflik di kawasan hutan di Indonesia yang terjadi di Taman Nasional Tanjung Puting, dimana suatu kesepakatan telah dicapai. Adanya suatu kesepakatan antara manajemen hutan dengan masyarakat yang hidup di kawasan hutan merupakan suatu kebutuhan, demi tercapainya pengelolaan hutan yang lestari.
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif-deduktif. Adapun pemilihan TPNP sebagai area study adalah karena adanya proses negosiasi dan mediasi dalam penyelesaian konflik antara TPNP management dengan masyarakat di kawasan tersebut. Data diperoleh dari berbagai dokumen dan interview terhadap key person yang terlibat dalam proses penyelesaian konflik, baik dari pihak pemerintah, masyarakat, maupun pihak ketiga. Selanjutnya dilakukan analisis untuk memahami proses penyelesaian konflik, memetakan konflik, dan memahami proses mediasi serta untuk memahami faktor-faktor yang berpengaruh dalam setiap tahap negosiasi.
Diketahui bahwa kesuksesan suatu negosiasi tergantung pada tahaptahap yang dilakukan dalam proses negosiasi dengan mengoptimalkan faktor-faktor yang berpengaruh di dalamnya, misalnya kepentingan pihak-pihak yang berkonflik, strategi yang digunakan, alternatif penyelesaian yang dapat dilakukan, dan kriteria yang harus dipenuhi. Proses ini harus didukung oleh kesediaan semua pihak untuk berpartisipasi dan berkomitmen dalam melaksanakan kesepakatan. Adakalanya kehadiran mediator/fasilitator sangat dibutuhkan jika komunikasi antar aktor sulit dilakukan. Agar proses tersebut dapat mencapai kesuksesan, perlu dilakukan koordinasi yang intensif, sosialisasi informasi secara memadai, dan monitoring secara terus menerus
pada semua tahap untuk mendapatkan legalitas akhir suatu kesepakatan.
Baca Publikasi selengkapnya : Negotiation As A Process In Resolving Land Conflict: A Case Study In Forest Land Dispute In Indonesia
Pembaca web MPKD UGM silahkan untuk berbagi tulisan dan tanggapan yang bersifat positif dan membangun. Untuk komentar silahkan anda masukan di bawah tulisan atau anda bisa menyebarkan tulisan ini dengan mengklik ikon bagikan ini dan beri penilaian dengan like this. Anda juga bisa masuk di page mpkd dengan alamat sebagai berikut : Page MPKD UGM. Serta kunjungi juga groupnay MPKD di Magister Perencanaan Kota & Daerah di facebook. Pembaca yang budiman selain melalui google drive, naskah publikasi ini bisa juga di akses melalui website : http://etd.ugm.ac.id/index.php.