MPKD UGM. Ruang hijau dengan tanaman atau vegetasi hijaunya baik berupa pohon, semak, maupun rumput di ruang terbuka mempunyai nilai ekologi untuk keseimbangan alam, yaitu dapat mengurangi dampak negatif akibat kegiatan manusia seperti mengabsorbsi polutan udara, menurunkan suhu, meresapkan air hujan, menangkal suara, dan sebagainya.
Selain itu ruang terbuka juga mempunyai nilai sosial,budaya, dan psikologis yang dibutuhkan oleh penduduk kota (Bradly dan Millward dalam Rahmi, 2002). Tesis ini disusun oleh : Laurencius Martua Hutapea NIM :12/343843/PTK/08805. Sebagai Pembimbing Utama : Prof. Ir. Bakti Setiawan, M.A., Ph.D. Sebagai Pembimbing Pendamping : Ir. Didik Kristiadi, MLA., M.Arch.UD. Dengan judul tesis : Inovasi Dalam PengelolaanRuang Terbuka Hijau Yang Berkelanjutan Di Kota Yogyakarta (Innovations In The ManagementOf Sustainable Green Open SpaceIn Yogyakarta City).
Berbagai fungsi yang melekat pada Ruang Terbuka Hijau seperti fungsi ekologis, fungsi sosial, fungsi arsitektur/estetika dan fungsi ekonomi menjadikannya penting sebagai penyeimbang bagi lingkungan binaan. Mengingat pentingnya keberadaan ruang terbuka hijau tersebut, maka diperlukan pengelolaan yang inovatif dan berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi ketersediaan ruang terbuka hijau berdasarkan standar luas wilayah, jumlah penduduk, dan kebutuhan oksigen serta menemukan inovasi yang dilakukan Pemerintah Kota Yogyakarta dalam pengelolaan ruang terbuka hijau.
Penelitian ini dilaksanakan di Kota Yogyakarta setelah mencermati berbagai prestasi di bidang lingkungan hidup yang diperoleh Kota Yogyakarta dimana keberadaan RTH menjadi salah salah faktor pendukungnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif serta menggunakan teknik pengambilan sampel berupa purposive sampling kepada narasumber yang benar-benar menguasai topik penelitian sehingga data dan informasi yang diperoleh bersifat valid dan objektif.
Penelitian ini menemukan fakta bahwa secara luasan RTH Kota Yogyakarta telah memenuhi amanat Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang yakni 30 persen dari wilayah administrasi. Namun kondisi tersebut belum mampu mendukung kebutuhan oksigen yang dibutuhkan. Pengelolaan RTH yang inovatif ditemukan dalam 6 (enam) ragam inovasi yang dilakukan Pemerintah Kota Yogyakarta. Berbagai inovasi tersebut berlangsung selama masa pemerintahan Walikota Hery Zudianto. Hal ini menunjukkan pentingnya komitmen pemimpin dalam memberikan arahan pembangunan yang berkelanjutan. Kedepannya diharapkan Pemerintah Kota Yogyakarta senantiasa melakukan inovasi serta intensifikasi dalam pengelolaan Ruang Terbuka Hijau agar terwujud pembangunan yang berkelanjutan.
Pembaca web MPKD UGM silahkan untuk berbagi tulisan dan tanggapan yang bersifat positif dan membangun. Untuk komentar silahkan anda masukan di bawah tulisan atau anda bisa menyebarkan tulisan ini dengan mengklik ikon bagikan ini dan beri penilaian dengan like this. Anda juga bisa masuk di page mpkd dengan alamat sebagai berikut : Page MPKD UGM. Serta kunjungi juga groupnya MPKD di Magister Perencanaan Kota & Daerah di facebook. Pembaca yang budiman selain melalui google drive, naskah publikasi ini bisa juga di akses melalui website : http://etd.ugm.ac.id.