• Portal UGM
  • Simaster
  • Perpustakaan
  • Portal Akademik
  • Prolat MPWK
  • Webmail
  • Bahasa Indonesia
    • English
    • Bahasa Indonesia
Universitas Gadjah Mada Magister Perencanaan Wilayah dan Kota
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang
    • Visi dan Misi
    • Akreditasi
      • Nasional
      • Internasional
    • Jaringan & Kerjasama
      • Mitra Kerja Sama
    • Kalender Akademik
    • Hubungi Kami
  • Komunitas
    • Staf Pengajar
    • Staf Kependidikan
    • Organisasi Mahasiswa
    • Alumni
      • Komunitas Alumni
      • Pelacakan Studi
      • Layanan Alumni
  • Program
    • Master by Course
      • Silabus & Kurikulum
      • Strategi Pembelajaran
    • Master by Research
      • Kurikulum
      • Strategi Pembelajaran
    • Double Degree Program
      • Double Degree University of Groningen
      • Kobe University
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Program Pelatihan
  • Mahasiswa
    • Herregistrasi
    • Yudisium dan Wisuda
    • Prestasi
    • Beasiswa
    • Layanan
      • Fasilitas
      • Layanan IT UGM
      • SIMASTER UGM
      • Perpustakaan UGM
      • FT UGM Cloud Printing
      • Unggah Mandiri
      • Wisuda UGM
  • Penelitian
    • Agenda Riset
    • PUBLIKASI
    • JURNAL
  • Link
    • UNDUHAN
    • Prolat MPWK UGM
    • DPP UGM
    • OIA UGM
    • Perpustakaan UGM
    • Perpustakaan FT UGM
    • S1 PWK
    • Fakultas Teknik
    • OIA Fakultas Teknik
    • DTAP UGM
    • S2 Arsitektur
    • S3 Arsitektur
    • PSPPR UGM
  • Beranda
  • Konsep Smart City untuk Kota-Kota di Indonesia

Konsep Smart City untuk Kota-Kota di Indonesia

  • 26 Agustus 2014, 10.19
  • Oleh:
  • 0

MPKD UGM. Profesor Sudaryono adalah Guru Besar Perencanaan Kota, UGM Yogyakarta, mengatakan rencana pemerintah DKI Jakarta menuju smart city sebaiknya tak menyoal pembangunan fisik saja. Tetapi juga sosialisasi mental, yakni memberikan pengetahuan bagaimana konsep kota yang cerdas bisa dipahami semua kalangan masyarakat. Dan bagaimana kota ini bisa sejalan dengan kehidupan sosial yang mengikat dengan aturan-aturan dan konsep perencanaan kota berbasis digital.

Pemerintah provinsi, kota, dan kabupaten di negeri ini masih belum menerapkan konsep smart city sebagai solusi untuk menyelesaikan persoalan perkotaan mereka, malahan lebih mengedepankan cara-cara konvensional yang tidak terintegrasi satu sama lain. Penerapan konsep smart city yang dilakukan di Jepang tersebut telah dimulai sejak 2010. Namun, pemikiran ini nampaknya masih kesulitan diimplementasikan oleh sejumlah negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Seperti dalam ulasan yang di muat di Republika.co.id beliau melanjtkan uraian tentang konsep Smart City bagi  sebuah kota tidak sekedar menonjolkan aspek fisik saja tetapi ia berpendapat dalam pengerjaan fasilitas fisik, seperti penambahan infrastruktur, perluasan jaringan internet, dan sebagainya tidak menjadi masalah yang berarti bagi pemerintah. Namun akan menjadi sia-sia apabila saat semua fasilitas fisik telah memadai, mental dan perilaku serta pemahaman masyarakat akan konsep smart city belum dipahami secara merata.

“Saya kira jika secara pembangunan fisik,tidak masalah bagi pemerintah. Namun disini smart city bukan melulu soal fisik, namun kita bicara kriminal, kemiskinan, pendidikan, dan masalah sosial lainnya,”kata Sudaryono.

Selanjutnya, ia menuturkan sebelum Jakarta menuju smart city dalam arti kompleks, perlu adanya pra kondisi. Seperti peningkatan pelayanan sosial, pelayanan kesehatan, serta memberi edukasi pada masyarakat akan konsep smart city dalam segala dimensi tidak hanya soal pembangunan fisik.

Smart cityakan menggunakan pemanfaatan teknologi dan informasi untuk memaksimalkan sumber daya yang ada. Dengan memaksimalkan sumber daya ini, diharapkan pelayanan kepada warga bisa lebih efektif dan efisien.

Tujuannya untuk menghubungkan, memonitor, dan mengendalikan berbagai sumber daya yang ada di dalam kota dengan lebih efektif dan efisien. Dengan begitu, maka pelayanan kepada warga akan lebih maksimal.

Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta sedang bersiap-siap mewujdukan konsep Smart City, yaitu dengan menyusun grand design smart city Jakarta bekerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Ketua Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan Institut Teknologi Bandung, mengatakan kota-kota lain seperti Bandung dan Bogor juga mulai tertarik untuk mengimplementasikan konsep smart city di wilayahnya.

“Bahkan, Surabaya sudah mulai menjalankan konsep semacam itu di sisi pemerintahan dan layanan publik yang terintegrasi,” kata Suhono Harso Supangkat.

Dalam 2 hingga 3 tahun mendatang, ITB bekerjasama dengan Telkom Group menargetkan dapat membantu paling tidak sebanyak 5 kota di Indonesia untuk mulai mengembangkan smart city.

Salah satu dimensi terpenting dari Smart City adalah bahwa kota saat ini seharusnya memberikan pelayanan yang menggunakan teknologi terkini, dan membangun infrastruktur yang pintar, sehingga dapat memberikan pelayanan yang efektif dan murah kepada seluruh masyarakat yang tinggal di kota tersebut.

Tiga hal itu antara lain, ramah lingkungan, efisien dalam penggunaan energi, dan menerapkan teknologi tepat guna.

  1. Ramah lingkungan, ia menjelaskan hal yang pertama dilakukan adalah bagaimana mewujudkan ruang terbuka hijau (RTH).
  2. Efisien dalam penggunaan energi, angkutan publik menjadi sebuah keharusan dan penyediaan yang memadai.
  3. Menerapkan teknologi tepat guna sejalan dengan penambahan infrastruktur maka semakin mudah untuk menerapkan berbagai macam kajian yang lebih efisien, fleksibel dan tepat agar sebuah kota bukan sekedar menjadi icon tetapi sebagai kota yang menerapkan implementasi konsep-konsep smart city.

Kota-kota besar di Indonesia sebenarnya sangat berpotensi besar terhadap gagasan atau konsep Smart City, beberapa kota besar yang sudah mengarah tentang konsep smart city ini atara lain : Jakarta, Bandung, Surabaya, Bogor. Modal dari kota-kota ini terbilang sudah mewakili untuk arah yang dimaksud. Apalagi ditopang dengan banyaknya sarana penunjang dan dibantu operator selular akan mempercepat tercapainya sebuah kota untuk menuju smart city dalam arti sesungguhnya, bukan hanya pintar dalam kecanggihan teknologi, namun bagaimana mengedepankan sosio-budaya akan beriringan dengan kemajuan kota itu sendiri.

Sumber :
  1. Adi Ginanjar Maulana – http://bandung.bisnis.com dalam tulisannya : “Konsep Smart City Belum Prioritas Di Indonesia”
  2. Profesor Sudaryono – Guru Besar Perencanaan Kota, UGM – http://www.republika.co.id dalam tulisannya : Konsep Smart City tak Sekedar Tampilan Fisik.

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Berita Terakhir

  • Mahasiswa MPWK Raih Prestasi di Kompetisi Ilmiah Aksinomi Sulampua 2025
  • Mahasiswi MPWK UGM Raih Prestasi di Konferensi Internasional ICPEU 2025
  • Mahasiswi MPWK UGM Terpilih sebagai Delegasi Youth Townhall Road to Y20 Indonesia 2025
  • Mahasiswa Baru MPWK UGM Ikuti Matrikulasi Semester Gasal 2025/2026
  • Kuliah Lapangan MPWK UGM di Desa Krakitan: Belajar dari Masyarakat, Menyusun Teori dari Realita
Universitas Gadjah Mada

Magister Perencanaan Wilayah dan Kota

Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan

Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

Jl. Grafika No. 2 Kampus UGM, Yogyakarta 55281

   mpwk@ugm.ac.id
   +62 (274) 580095; 580101
   +62 (274) 580052

© 2019 Magister Perencanaan Wilayah dan Kota

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY