MPKD UGM. Dampak Perubahan Penggunaan Lahan Terhadap Erosi Di Daerah Tangkapan Air Waduk Sermo sebuah tesis dari saudara Prasetya NIM : 11/327602/PTK/7978. Pembimbing : Ir. Suryanto, MSP. dan Ir. Achmad Sarwadi, M.Eng., Ph.D. Waduk Sermo mulai beroperasi pada tahun 2007 dengan target usia 50 tahun, didesain untuk menampung ±25 juta m3 air. Manfaat utama pembangunannya adalah untuk supply air irigasi, penyediaan air baku, dan untuk penggelontoran kota.
Permasalahan yang ditemui di daerah tangkapan air waduk adalah besarnya laju sedimen yang masuk ke dalam waduk akibat longsoran dan erosi lahan, sehingga dapat berakibat menurunnya umur manfaatnya. Usaha-usaha konservasi untuk mengurangi erosi permukaan lahan dan sedimentasi telah dilakukan oleh Balai Pelestarian Sumber Daya Air (BPSDA) Yogyakarta, masyarakat sekitar, dan instansi terkait lainnya. Usahausaha tersebut antara lain pembuatan saluran di sekeliling waduk, pembuatan chekdam di sungai-sungai yang masuk ke dalam waduk, pembuatan sabuk hijau, penghijauan di daerah tangkapan air Waduk Sermo malalui pemberdayaan dan pelatihan kepada masyarakat sekitar dalam upaya pengelolaan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan penggunaan lahan dan menganalisa erosi permukaan lahan dari penggunaan lahan tahun 1998(peta RBI), 2004(citra Quickbird) dan 2010(citra Spot XS), mengetahiu perubahan umur manfaat layanan waduk berdasar perubahan penggunaan lahan serta memberikan masukan usaha konservasi lahan.
Analisa perubahan penggunaan lahan dilakukan dengan teknik analisis input/output, teknik analisis ini berguna untuk mengetahui luas dan besar perubahan penggunaan lahan. Perhitungan erosi permukaan lahan dilakukan dengan overlay peta erosivitas hujan, peta jenis tanah, peta kelas lereng, dan peta penggunaan lahan menjadi peta unit lahan. Perhitungan erosi permukaan lahan dilakukan dengan metode USLE.Erosi permukaan lahan tersebut dibandingkan dengan data echosounding tahun yang bersangkutan untuk mendapatkan nilai Sediment Delivery Ratio (SDR). Nilai SDR dan erosi dipergunakan untuk memprediksi umur manfaat waduk dengan metode tampungan mati.
Hasil penelitian menujukkan bahwa perubahan penggunaan lahan periode 1998 – 2004 seluas 28,06 Ha menyebabkan peningkatan erosi sebesar 10.776,96 ton, telah mengurangi umur manfaat layanan waduk selama 3 tahun dari semula 36 tahun menjadi 33 tahun. Perubahan penggunaan lahan periode 2004 – 2010 seluas 22,72 Ha menyebabkan peningkatan erosi sebesar 6.980,36 ton, telah mengurangi umur manfaat layanan waduk selama 2 tahun dari semula 33 tahun menjadi 31 tahun. Usaha-usaha untuk memperpanjang umur manfaat waduk secara non struktural dengan perbaikan teras dan penghijauan secara struktural dengan pembuatan gully plug untuk menampung sedimen dan pengerukan secara rutin check dam yang telah ada.
Baca Publikasi selengkapnya : Dampak Perubahan Penggunaan Lahan Terhadap Erosi Di Daerah Tangkapan Air Waduk Sermo
Pembaca web MPKD UGM silahkan untuk berbagi tulisan dan tanggapan yang bersifat positif dan membangun. Untuk komentar silahkan anda masukan di bawah tulisan atau anda bisa menyebarkan tulisan ini dengan mengklik ikon bagikan ini dan beri penilaian dengan like this. Anda juga bisa masuk di page mpkd dengan alamat sebagai berikut : Page MPKD UGM. Serta kunjungi juga groupnay MPKD di Magister Perencanaan Kota & Daerah di facebook. Pembaca yang budiman selain melalui google drive, naskah publikasi ini bisa juga di akses melalui website : http://etd.ugm.ac.id/index.php.