MPKD UGM. Pada wisuda periode Januari 2014 akan kami posting publikasi yang pertama dari Pujiariyanto NIM : 11/327640/PTK/08016. Dengan pembimbing tesis adalah : Ir. Agam Marsoyo, M.Sc., Ph.D. dengan judul tesis sebagai berikut : Kekeringan Dan Pemanenan Air Hujan Sebagai Solusinya Di Kecamatan Jati, Kabupaten Blora. Dengan lulus Cumlaude merupakan kerjasama dengan Bappenas dan Jepang sebagai kerjasama Double Degree.
Kekeringan menempati peringkat pertama diantara seluruh bencana alam seperti banjir, tanah longsor, topan ataupun gempa bumi apabila diukur dari jumlah orang yang terkena dampaknya (Obasi, Wilhite dan Hewitt dalam Mishra dan Singh, 2010). Dampak dari kekeringan bertahan lebih lama dari pada dampak bencana-bencana lain. Kecamatan Jati telah mengalami kekeringan selama bertahun-tahun, tetapi sampai saat ini belum ada tindakan nyata dari Pemerintah Daerah Kabupaten Blora yang dapat mengurangi dampak kekeringan di daerah ini.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan dampak kekeringan terhadap masyarakat di Kecamatan Jati khususnya dampak ekonomi dan sosial, dan menguji solusi-solusi yang bisa di terapkan untuk mengurangi dampak kekeringan. Penelitian ini mengajukan sistem pemanenan air hujan sebagai solusi masalah kekeringan di Kecamatan Jati. Penelitian ini juga menggunakan simulasi Montecarlo untuk mensimulasikan pengaruh tandon air terhadap pengurangan dampak kekeringan terhadap kebutuhan air harian keluarga.
Masyarakat di Kecamatan Jati terkena dampak akibat kekeringan setidaknya pada menurunnya hasil pertanian untuk makan dan pendapatan, kelangkaan air, kehilangan pekerjaan, pendapatan dan barang milik. Petani di daerah ini memiliki pendapatan terendah dan pada musim kering pendapatannya berkurang lebih dari 50% akibat kekeringan yang melanda. Akibat lain dari kekeringan yang melanda antara lain waktu untuk mendapatkan air yang lebih lama, berkurangnya hasil panen, kekurangan pangan dan perpindahan penduduk.
Pemanenan air hujan adalah salah satu solusi untuk mengatasi masalah kekeringan di Kecamatan Jati, mengingat potensi curah hujan yang cukup tinggi di daerah ini. Pembuatan embung, tandon air dan sumur resapan adalah bentuk sistem pemanenan air hujan yang direkomendasikan dalam penelitian ini. Dengan menggunakan simulasi Montecarlo, diperoleh hasil bahwa keberadaan tandon air dapat mengurangi dampak kekeringan terhadap ketersediaan air. Semakin besar tandon airnya, semakin baik ketersediaan airnya.
Baca Publikasi selengkapnya : Kekeringan Dan Pemanenan Air Hujan Sebagai Solusinya Di Kecamatan Jati, Kabupaten Blora
Pembaca web MPKD UGM silahkan untuk berbagi tulisan dan tanggapan yang bersifat positif dan membangun. Untuk komentar silahkan anda masukan di bawah tulisan atau anda bisa menyebarkan tulisan ini dengan mengklik ikon bagikan ini dan beri penilaian dengan like this. Anda juga bisa masuk di page mpkd dengan alamat sebagai berikut : Page MPKD UGM. Serta kunjungi juga groupnay MPKD di Magister Perencanaan Kota & Daerah di facebook. Pembaca yang budiman selain melalui google drive, naskah publikasi ini bisa juga di akses melalui website : http://etd.ugm.ac.id/index.php.