MPKD UGM. Pembangunan di perkotaan semakin berkembang terutama di pusat kota (Central Business Distric) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan wadah aktivitas akibat pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Perencanaan kota harus berpacu dengan pembangunan fisik bangunan serta sarana dan prasarana kota lainnya. Publikasi tesis berikut ini ditulis oleh : Achmad Maulana Malik Jamil. NIM : 11/321973/PTK/07414. Sebagai pembimbing Utama : Ir. Leksono Probo Subanu, MURP., Ph.D. Sebagai pembimbing Pendamping : Ir. Achmad Sarwadi, M.Eng., Ph.D. Dengan judul tesis : Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Persebaran Pemanfaatan Ruko Di Kota Malang (The Factors Affecting The Distribution Of Shophouses Utilization In Malang).
The development in urban areas is increasingly growing, especially inCentral Business Districtto meet the needs of the public for activity organization due to high economic growth. The urban planning must race with the physical development of the buildings as well as another urban infrastructure. The planning of trading centers must be adapted based on the existing various considerations. It isalso applicable in Malang City as well. The behavior and characteristics of the trading in Malang City is including the land use development of the trading in the form of shophouses.
The phenomenon occurring lately is the abandonment of the land usewhich is sole in nature. The current land use tends to be pluralistic, integrated, and large-scaled (for example the superblock concept). The pluralistic land use is also a form of agglomeration of the trading facilitation. This can be seen in the provision of trading facilities in the form of shops lining in the trading district.
The shift of the utilization of the shophouses’ function in Malang City, which initially was used for shophouses on its utilization was divided into, shopoffice-warehouse and shophouses.By the growing development and the varied utilization of shophouses in Malang, it could be formulated into a formulation of the problem which became the basic research study i.e. how did the factors affecton the utilization of shophouses in Malang City? And, how was the distribution pattern of the shophouses in Malang City?
This research used descriptive quantitative method with a deductive approach, the total sample was 117 shops by using crosstabs and chi square analyses. The factors holding significant effect in the shop-houses utilization were the proximity to Central Business District, the proximity to settlements andthe proximity to markets. In addition, the utilization of shophouses which was in the form of offices and stores was significantlyaffected by the proximity to the office and proximity to the market, while for other utilization, it tended to be random.
The recommendation of this research is that it needs to be studied further both by the point of view of the developers and the users in term of the utilization of shophouses to avoid the changes in their function. Therefore, the establishment of the growth agglomeration will stimulate the surrounding growths.
Pembangunan di perkotaan semakin berkembang terutama di pusat kota (Central Business Distric) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan wadah aktivitas akibat pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Perencanaan kota harus berpacu dengan pembangunan fisik bangunan serta sarana dan prasarana kota lainnya. Perencanaan pusat- pusat perdagangan harus disesuaikan dengan berbagai pertimbangan yang ada. Hal ini berlaku juga di Kota Malang. Perilaku dan karakteristik perdagangan di Kota Malang di antaranya berupa berkembangnya guna lahan perdagangan dalam bentuk rumah toko.
Fenomena yang terjadi akhir-akhir ini adalah mulai ditinggalkannyaperuntukan lahan yang bersifat tunggal. Pemanfaatan lahan saat ini cenderung bersifat majemuk, secara terpadu, dan berskala besar (misalnya, konsep superblok). Pemanfaatan lahan majemuk ini juga merupakan suatu bentuk aglomerasi dari fasilitas perdagangan. Bentuk ini dapat dilihat pada penyediaan fasilitas perdagangan yang berbentuk toko-toko yang berjejer di kawasan perdagangan.
Terjadinya perubahan fungsi dari pemanfaatan ruko di Kota Malang, yang pada awalnya dipergunakan untuk rumah-toko dalam pemanfaatannya terbagi menjadi, toko-kantor-gudang dan ruko.
Dengan semakin berkembangnya pembangunan dan bervariasinya pemanfaatan ruko di Kota Malang, maka dapat dirumuskan suatu rumusan permasalahan yang menjadi dasar kajian penelitian yaitu, Bagaimana faktor-faktor yang berpengaruh dalam pemanfaatan ruko di Kota Malang? dan Bagaimana pola persebaran ruko di Kota Malang?
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan deduktif, serta mengambil 10% sebagai sejumlah 117 ruko, dengan menggunakan metode analisis crosstabs dan chi square. Faktor yang memiliki pengaruh yang kuat dalam pemanfaatan ruko yaitu Kedekatan dengan pusat kota, Kedekatan dengan permukiman, Kedekatan dengan Pasar . disamping itu
Pemanfaatan ruko yang berupa kantor dan toko sangat dipengaruhi oleh kedekatan dengan kantor dan kedekatan dengan pasar, sedangkan untuk pemanfaatan yang lain cenderung acak.
Rekomendasi dari penelitian ini ialah perlu dikaji lagi baik dari kacamata pengembang dan pengguna dalam hal pemanfaatan ruko agar tidak terjadi perubahan fungsi ruko, jadi dalam penjualannya lebih diarahkan ruko – toko atau kantor saja, agar terjadi keseragaman dalam pemanfaatannya, hal ini bertujuan agar terciptanya aglomerasi pertumbuhan yang akan merangsang pertumbuhanpertumbuhan disekitarnya.
Pembaca web MPKD UGM silahkan untuk berbagi tulisan dan tanggapan yang bersifat positif dan membangun. Untuk komentar silahkan anda masukan di bawah tulisan atau anda bisa menyebarkan tulisan ini dengan mengklik ikon bagikan ini dan beri penilaian dengan like this. Anda juga bisa masuk di page mpkd dengan alamat sebagai berikut : Page MPKD UGM. Serta kunjungi juga groupnay MPKD di Magister Perencanaan Kota & Daerah di facebook. Pembaca yang budiman selain melalui google drive, naskah publikasi ini bisa juga di akses melalui website : http://etd.ugm.ac.id/index.php.
(Admin/poer).