MPKD UGM. Pada tahun 2005 pemerintah pusat memperkenalkan program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM). Publikasi tesis ini disusun oleh : Edi Rimbawan NIM : 11/327629/PTK/08005.Sebagai pembimbing Utama : Ir. Leksono Probo Subanu, MURP., Ph.D.
Dengan judul tesis: Pelaksanaan Proses Perencanaan Partisipatif Dalam Proyek Infrastruktur Perkotaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat : Studi Kasus Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat mandiri Perkotaan (Pnpm-Mp) Di SambasPropinsi Kalimantan Barat, Indonesia (Performance Of ParticipatoryPlanning Process In Urban Infrastructure Project Of National Program For Community Empowerment: CaseStudy Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat- Mandiri Perkotaan (Pnpm-Mp) In Sambas West Kalimantan Province, Indonesia).
PNPM-MP adalah program yang melingkupi masalah-masalah di perkotaan yang ditujukan untuk mengurangi kemiskinan untuk memberdayakan masyarakat melalui perencanaan partisipatif dengan melibatkan pelaku lokal, pemerintah daerah dan kelompok peduli di perkotaan. Keterlibatan stakeholder tersebut diharapkan dapat “mengurangi kemiskinan dan dapat melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan”. PNPM-MP di Sambas mulai di implementasikan sejak tahun 2009 mencakup 18 desa di kecamatan Sambas.
Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengukur performa proses partisipasi dan menentukan factor yang menentukan performa. Hasil riset akan memuat jawaban langsung atau temuan praktis dari pendekatan partisipasi di Kabupaten Sambas. Penelitian ini bersifat eksplorasi dan eksplanasi dengan metoda pendekatan kualitatif untuk lebih memahami sifat alami dan mengidentifikasi factor penentu dari proses partisipasi. Tiga desa yaitu Durian, Pendawan dan Tanjung Bugis dipilih secara random
untuk dapat merepresentasikan kompleksitas masalah di dalam proses perencanaan partisipasi masyarakat dalam hal pembangunan infrastruktur kota.
Temuan riset memperlihatkan partisipasi masyarakat cukup tinggi dalam hal bekerja sama atau bergotong royong, partisipasi melalui dana, material bangunan dan bahkan lahan untuk proyek. Didalam implementasi performa partisipasi terlihat dari lancarnya dalam pelaksanaan projek, keputusan selalu berdasarkan musyawarah dengan mengakomodasi pendapat dari peserta rapat.
Faktor penting yang mempengaruhi performa partisipasi masyarakat adalah kepemimpinan dari pemerintah daerah serta masyarakat dan tingkat kepercayaan yang terbangun selama proses berlangsung. Hal tersebut diperkuat oleh transparansi selama proses pembuatan keputusan, implementasi, administrasi dan hal yang berkaitan dengan penggunaan dana. Meskipun demikian organisasi masyarakat (LKM dan KSM) yang terbentuk menjadi sesuatu yang sangat strategis dalam mendorong masyarakat untuk bekerjasama mengatasi permasalahan kemiskinan didalam lingkungannya.
Kesimpulannya adalah antusiasme masyarakat terhadap program dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk dapat mereplikasi program pembangunan yang berbasis partisipasi masyarakat diharapkan partisipasi masyarakat akan terpelihara sekaligus dapat menjadi pendekatan untuk mengatasi masalah secara independen pada lingkungan masyarakat itu sendiri.
Pembaca web MPKD UGM silahkan untuk berbagi tulisan dan tanggapan yang bersifat positif dan membangun. Untuk komentar silahkan anda masukan di bawah tulisan atau anda bisa menyebarkan tulisan ini dengan mengklik ikon bagikan ini dan beri penilaian dengan like this. Anda juga bisa masuk di page mpkd dengan alamat sebagai berikut : Page MPKD UGM. Serta kunjungi juga groupnya MPKD di Magister Perencanaan Kota & Daerah di facebook. Pembaca yang budiman selain melalui google drive, naskah publikasi ini bisa juga di akses melalui website : http://etd.ugm.ac.id.