• Portal UGM
  • Simaster
  • Perpustakaan
  • Portal Akademik
  • Prolat MPWK
  • Webmail
  • Bahasa Indonesia
    • English
    • Bahasa Indonesia
Universitas Gadjah Mada Magister Perencanaan Wilayah dan Kota
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang
    • Visi dan Misi
    • Akreditasi
      • Nasional
      • Internasional
    • Jaringan & Kerjasama
      • Mitra Kerja Sama
    • Kalender Akademik
    • Hubungi Kami
  • Komunitas
    • Staf Pengajar
    • Staf Kependidikan
    • Organisasi Mahasiswa
    • Alumni
      • Komunitas Alumni
      • Pelacakan Studi
      • Layanan Alumni
  • Program
    • Master by Course
      • Silabus & Kurikulum
      • Strategi Pembelajaran
    • Master by Research
      • Kurikulum
      • Strategi Pembelajaran
    • Double Degree Program
      • Double Degree University of Groningen
      • Kobe University
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Program Pelatihan
  • Mahasiswa
    • Herregistrasi
    • Yudisium dan Wisuda
    • Prestasi
    • Beasiswa
    • Layanan
      • Fasilitas
      • Layanan IT UGM
      • SIMASTER UGM
      • Perpustakaan UGM
      • FT UGM Cloud Printing
      • Unggah Mandiri
      • Wisuda UGM
  • Penelitian
    • Agenda Riset
    • PUBLIKASI
    • JURNAL
  • Link
    • UNDUHAN
    • Prolat MPWK UGM
    • DPP UGM
    • OIA UGM
    • Perpustakaan UGM
    • Perpustakaan FT UGM
    • S1 PWK
    • Fakultas Teknik
    • OIA Fakultas Teknik
    • DTAP UGM
    • S2 Arsitektur
    • S3 Arsitektur
    • PSPPR UGM
  • Beranda
  • Pengukuhan Guru Besar Prof. Bambang Hari Wibisana

Pengukuhan Guru Besar Prof. Bambang Hari Wibisana

  • 30 Maret 2010, 12.13
  • Oleh:
  • 0

Kehadiran Superblok di kota-kota besar telah merubah gaya hidup sebagian penduduk yang semula cenderung communicating (menglaju), karena bertempat tinggal di pinggiran kota tetapi bekerja di pusat kota. Superblok dapat membantu meningkatkan kualitas hidup mereka, karena seluruh kebutuhan hidup dapat terpenuhi dalam jangkauan yang relatif lebih efisien.
Menurut Prof. Ir. Bambang Hari Wibisono, MUP., M.Sc., Ph.D., hal tersebut mengilhami para pengembang untuk memberikan solusi baru dalam hal efisiensi waktu, biaya dan jarak. Namun demikian, upaya-upaya penyediaan perumahan masih cenderung berorientasi menfasilitasi masyarakat golongan menegah ke atas, yang memang memiliki potensi daya beli yang relatif kuat. “Idealnya, bagi negara-negara yang sedang berkembang, termasuk Indonesia, dengan kondisi sosial-ekonomi masyarakat yang heterogen, sebuah superblok mestinya terdiri atas percampuran fungsi, dan percampuran kelas hunian,” terang Bambang Hari Wibisono di Balai Senat, dalam pidatonya dengan judul “Superblok, Solusi atau Masalah Baru bagi Perkembangan Perkotaan di Indonesia?”, Rabu (30 Maret 2010) saat dikukuhkan sebagai Guru Besar Fakultas Teknik UGM.

Dikatakannya bahwa sejumlah pembangunan superblok juga menunjukkan adanya pengabaian (non-compliance) oleh para pengembang, terhadap Urban Design Guidelines yang telah ditetapkan pemerintah setempat maupun standar yang ada. Sebagai akibatnya timbul masalah-masalah lingkungan, termasuk kemacetan lalu lintas dan penangangan limbah. Superblok merupakan suatu fasilitas terpadu yang merupakan trip generator relatif besar, cenderung menimbulkan kumpulan manusia dalam jumlah relatif banyak dalam waktu yang bersamaan, dan sering kurang diperhatikannya daya dukung atau ambang batas lingkungan setempat.

Pembangunan superblok merupakan kesempatan untuk meng-urbankan kembali kota-kota metropolis secara sistematis, yang sempat ditinggalkan oleh penduduknya akibat kelangkaan penyediaan fasilitas hunian. Selain itu juga merupakan salah satu strategi untuk memperbaiki kondisi kota-kota metropolis yang mengalami degradasi kualitas. “Kecenderungan merebaknyan pembangunan superblok sebagai suatu peluang bisnis properti san gaya hidup baru diperkotaan nampaknya tidak akan mudah dibendung. Permasalahan global warming (pemanasan bumi) dengan salah satu konsekuensinya berupa climate change (perubahan iklim), merupakan tantangan bagi pembangunan superblok kedepan,” jelas pria kelahiran Yogyakarta, 14 Juli 1960 ini.

Menurut suami dr. Iriyani Andamari, Sp.KK ini, secara arsitektural, pada umumnya bentuk dan skala bangunan superblok cenderung menunjukkan sifat ‘arogan’ dan  ‘out of character’, kurang manusiawi dan menciptakan suasana keterasingan. Masalah-masalah yang muncul dari pengembangan superblok oleh pihak swasta seringkali merupakan akibat dari keterlambatan pemerinta di dalam melakukan pengendalian secara antisipatif. Rencana tata ruang ataupun turun-turunannya dinilai cenderung kalah cepat dengan tindakan-tindakan pembangunan yang dilakukan oleh para pengembang.

“Tantangan terakhir bagi pengembangan superblok di perkotaan adalah pengendalian perilaku warga kota untuk berkehidupan kota yang lebih baik. Dengan pluralisme budaya dan heterogenitas sosial-ekonomi, masih banyak dijumpai wrga kota yang belum memiliki budaya hidup yang baik di perkotaan, misalnya dalam hal menghuni, berlalulintas, dan membuang sampah,” kata Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Teknik UGM ini. (nn)

http://www.fakultas-teknik.ugm.ac.id/in/component/content/article/297-pengukuhan-guru-besar-prof-bambang-hari-wibisono-.html

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Berita Terakhir

  • Mahasiswa MPWK Raih Prestasi di Kompetisi Ilmiah Aksinomi Sulampua 2025
  • Mahasiswi MPWK UGM Raih Prestasi di Konferensi Internasional ICPEU 2025
  • Mahasiswi MPWK UGM Terpilih sebagai Delegasi Youth Townhall Road to Y20 Indonesia 2025
  • Mahasiswa Baru MPWK UGM Ikuti Matrikulasi Semester Gasal 2025/2026
  • Kuliah Lapangan MPWK UGM di Desa Krakitan: Belajar dari Masyarakat, Menyusun Teori dari Realita
Universitas Gadjah Mada

Magister Perencanaan Wilayah dan Kota

Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan

Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

Jl. Grafika No. 2 Kampus UGM, Yogyakarta 55281

   mpwk@ugm.ac.id
   +62 (274) 580095; 580101
   +62 (274) 580052

© 2019 Magister Perencanaan Wilayah dan Kota

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY