MPKD-UGM. Fenomena pengembangan tata ruang dan tata kelola perencanaan wilayah atau kota di Yogyakarta pada masa kini benar-benar sangat antusias dan sangat pesat dalam pengembangan infrastruktur pembangunan. Menjadikan Kota Jogja kususnya dan wilayah aglomerasi seperti wilayah Depok, Sleman terkena dampak dari maraknya pembangunan hotel dan Mall yang sangat masif. Berbicara tata ruang pada kali ini tentu saja akan memberikan 2 tolak ukur segi manfaat : yaitu meningkatnya aliran investasi di wilayah terbangun, dan semakin tak terkendalinya Rencana Tata Ruang Kota dan Wilayah.
Fenomena mengenai pesatnya pembangunan Mall dan Hotel di Jogjakarta tidak luput menjadi persoalan yang menjadikan Ir. Suryanto, MSP membuka sebuah opini tentang :”Tata Ruang Jangan Berat Sebelah”yang dimuat di Koran merapi edisi : Minggu Legi – 8 November 2015. Dalam tulisan Ir Suryanto, MSP. Bahwa dengan maraknya pembangunan baik Mall ( pusat perbelanjaan), hotel-hotel berbintang di seluruh penjuru Jogjakarta. Di Satu sisi fenomena tersebut telah mendorong pertumbuhan investasi daerah, disisi lain dinilai telah menggerus indeks kenyamanan masyarakat.
Pesatnya pertumbuhan pariwisata di wilayah Jogjakarta dengan munculnya berbagai kegiatan seni dan wisata, berdampak langsung akan sebuah kebutuhan yaitu penginapan dan pusat perbelanjaan. Munculnya berbagai event, kegiatan seni, dan pariwisata yang begitu memikat banyak wisatawan menjadikan wilayah Jogjakarta sebagai destinasi wisata yang cukup potensial untuk selalu dikembangkan. Terbukti dengan adanya desa-desa wisata, atau munculnya wisata alam yang begitu banyak yang belum tergali dan tersentuh dengan baik.
Keberadaan Tata Ruang sejatinya memberikan andil untuk memberikan arahan dan aturan tentang tata kelola sebuah wilayah, apakah pertumbuhan yang secara masif ini sudah sesuai master plan dari Rencana Tata Ruang Kota/Wilayah jogjakarta. Maraknya pertumbuhan pembangunan yang seperti kurang terkontrol akan memberikan dampak semakin sumpeknya jalan raya di area-area padat kegiatan seperti wilayah Depok, Godean, Melati, Berbah sebagai penyangga kota Jogjakarta.
[gview file=”http://mpkd.ugm.ac.id/wp-content/uploads/2015/11/RTRW.pdf”]