Dua mahasiswa berhasil mengukir prestasi membanggakan dalam ajang Call for Paper – 3rd Aksinomi Sulampua 2025, sebuah forum ilmiah tahunan yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan. Kompetisi ini menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, praktisi, dan masyarakat untuk menyampaikan gagasan inovatif dalam mendorong percepatan pembangunan ekonomi di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (SULAMPUA).
Dengan mengusung tema umum “Unlocking New Sources of Growth in Eastern Indonesia”, penilaian karya dilakukan melalui proses seleksi berlapis, mulai dari screening awal, penjurian full paper oleh para pakar, hingga sesi presentasi final dan awarding yang dilaksanakan pada 11 November 2025. Setiap karya ditinjau berdasarkan kualitas ilmiah, relevansi, serta potensi kontribusinya terhadap pembangunan kawasan timur Indonesia.

Pada kategori Mahasiswa, Dede Yoga Paramartha berhasil meraih Juara 1 melalui karya yang menyoroti potensi hilirisasi hijau yang dikembangkan melalui pemetaan sumber daya wilayah. Dalam penelitiannya, ia mengkaji bagaimana hilirisasi dapat diarahkan menjadi lebih ramah lingkungan dan inklusif dengan memadukan aspek ekonomi dan ekologi. Penentuan lokasi sentral hilirisasi hijau baru dilakukan dengan memanfaatkan analisis kernel terhadap ketersediaan fasilitas daur ulang serta kepadatan industri mikro, sehingga mampu menggambarkan wilayah yang paling siap mendukung pertumbuhan hijau yang inklusif. Pendekatan ini memberikan gambaran menyeluruh bagi perencanaan kebijakan hilirisasi yang berkelanjutan di kawasan SULAMPUA.
Sementara itu, Khusnudin Tri Subhi meraih Juara Harapan 2 melalui penelitian berjudul “Roadmap Ekonomi Biru Sulampua: Strategi Klasterisasi Fuzzy Gustafson–Kessel dan Studi Empiris untuk Akselerasi Pertumbuhan Inklusif”. Penelitian tersebut menyusun peta jalan ekonomi biru berbasis analisis kuantitatif untuk mengidentifikasi klaster potensi maritim SULAMPUA, sekaligus merumuskan strategi percepatan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan terukur.
Raihan prestasi ini mencerminkan kontribusi nyata mahasiswa dalam menghadirkan solusi berbasis riset terhadap tantangan pembangunan regional, serta memperkuat peran dunia akademik dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.
