Warid Zul Ilmi (Warid) adalah mahasiswa pertama dari Program Magister berbasis Riset atau Master by Research (MBR) di Magister Perencanaan Wilayah dan Kota (MPWK), Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada. Ia bergabung di MPWK UGM pada Semester Genap Tahun Ajaran 2023/2024 dengan antusiasme dan dedikasi yang besar terhadap penelitian sebagai saluran untuk memahami, menafsirkan, dan merespons berbagai masalah pembangunan perkotaan. Pada bulan Januari 2026, Warid berhasil lulus dari MPWK UGM dengan menyandang predikat Cumlaude.
AGENDA-ind
Dua mahasiswa berhasil mengukir prestasi membanggakan dalam ajang Call for Paper – 3rd Aksinomi Sulampua 2025, sebuah forum ilmiah tahunan yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan. Kompetisi ini menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, praktisi, dan masyarakat untuk menyampaikan gagasan inovatif dalam mendorong percepatan pembangunan ekonomi di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (SULAMPUA).
Dengan mengusung tema umum “Unlocking New Sources of Growth in Eastern Indonesia”, penilaian karya dilakukan melalui proses seleksi berlapis, mulai dari screening awal, penjurian full paper oleh para pakar, hingga sesi presentasi final dan awarding yang dilaksanakan pada 11 November 2025. Setiap karya ditinjau berdasarkan kualitas ilmiah, relevansi, serta potensi kontribusinya terhadap pembangunan kawasan timur Indonesia.
Prestasi membanggakan kembali diraih oleh salah satu mahasiswa Magister Perencanaan Wilayah dan Kota (MPWK) UGM. Elsa, mahasiswi bimbingan Prof. Bobi, berhasil meraih penghargaan 1st Best Presenter (General Participant) dan 2nd Best Paper dalam ajang International Conference on Planning for Equitable and Sustainable Urbanization (ICPEU) 2025 yang diselenggarakan oleh MPWK Universitas Brawijaya pada 3–4 September 2025.
Dalam konferensi yang mengusung tema inovasi desain perkotaan dan partisipasi masyarakat ini, Elsa mempresentasikan paper berjudul “Pacu Jawi: Preserving Quality Tourism in Nagari Tuo Pariangan through Responsive and Inclusive Community Participation Principles”. Paper tersebut membahas tradisi Pacu Jawi—balapan sapi khas Minangkabau di Sumatera Barat—sebagai atraksi budaya yang memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata berkualitas berbasis partisipasi komunitas.
Prienta, mahasiswi Double Degree di Magister Perencanaan Wilayah dan Kota (MPWK) UGM, terpilih sebagai salah satu delegasi Youth Townhall Road to Y20 Indonesia 2025 yang diselenggarakan pada 2 Agustus 2025 di Aula Perpustakaan Jakarta, Taman Ismail Marzuki. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Road to Y20 Summit yang akan berlangsung di Afrika Selatan, dan menjadi forum penting untuk menghimpun suara pemuda Indonesia sebelum dibawa ke tingkat global.
Youth Townhall diinisiasi oleh Indonesian Youth Diplomacy (IYD), sebuah non-profit youth organization yang diikuti oleh Prienta dan menjadi organisasi resmi yang bertugas menyaring dan memfasilitasi pemuda Indonesia untuk terlibat dalam forum Y20 Summit, official Youth Engagement Group dalam forum G20 Leaders Summit, sekaligus Youth Focal Point untuk G20 Sherpa Republik Indonesia. Ketertarikan Prienta mengikuti kegiatan ini berawal dari tujuan kegiatannya, yaitu mendengar suara pemuda melalui diskusi kelompok terfokus dan forum konsultasi, yang kemudian dirangkum dalam communiqué dan dibawa ke Y20 Summit di Afrika Selatan. “Di sini terlihat jelas bahwa kegiatan ini bisa membawa suara anak muda dari akar rumput ke level internasional, quite literally and directly,” ungkapnya.
Program Magister Perencanaan Wilayah dan Kota (MPWK) UGM menyelenggarakan kegiatan matrikulasi bagi mahasiswa baru pada 11–15 Agustus 2025. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia serta mahasiswa internasional yang tergabung dalam program double degree. Sebagian peserta mengikuti secara daring karena tengah menjalani agenda pelepasan beasiswa di negara asalnya.
Selama lima hari, mahasiswa dibekali dengan berbagai materi yang mendukung kesiapan belajar di MPWK. Topik yang disampaikan mencakup nilai-nilai ke-UGM-an, etika penulisan ilmiah dan pemanfaatan AI, pengenalan keterampilan dasar studio, hingga pemahaman tentang proses analisis dalam perencanaan wilayah dan kota. Materi juga menekankan pentingnya pengetahuan lintas skala—mulai dari kawasan, kota, hingga wilayah—serta penguasaan aplikasi analisis spasial.
Pada tanggal 23 hingga 25 Mei 2025, Mahasiswa Magister Perencanaan Wilayah dan Kota (MPWK) Universitas Gadjah Mada melaksanakan kuliah lapangan mata kuliah Metodologi Penelitian di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. Kegiatan ini bertujuan menerapkan pendekatan induktif secara langsung di lapangan, sebagai metode untuk membangun pemahaman perencanaan berbasis realitas sosial, budaya, dan lingkungan lokal.
Hari pertama dimulai dengan kunjungan ke kantor Kepala Desa Krakitan untuk wawancara mengenai sejarah desa serta pemetaan titik observasi. Setelah itu, mahasiswa dibagi ke dalam tiga kelompok (Makro, Meso, dan Mikro) untuk melakukan wawancara dengan warga. Selain menggali data sosial dan ekonomi, mahasiswa juga mengamati bagaimana aktivitas keseharian dan sejarah lokal membentuk ruang dan identitas desa.
Yogyakarta, 19 Juni 2025 — Program Magister Perencanaan Wilayah dan Kota (MPWK) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Ujian Akhir Semester (UAS) Studio sebagai puncak dari rangkaian kegiatan akademik berbasis praktik di semester ini. Kegiatan ini menjadi momen penting bagi mahasiswa untuk mempresentasikan hasil temuan, analisis, serta usulan program perencanaan unggulan dari wilayah studi masing-masing, yang sebelumnya telah dikaji melalui proses pengumpulan data lapangan.
Dalam studio ini, mahasiswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan ditugaskan mengkaji kawasan tertentu sebagai lokasi studi. Adapun wilayah yang menjadi fokus analisis adalah:
Yogyakarta, 24 Mei 2025 — Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota (MPWK) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan delegasi dari China Center for Urban Development (CCUD) dalam rangka menjajaki potensi kerja sama di bidang pengembangan kota cerdas (smart city) dan pembangunan berkelanjutan.
Delegasi yang dipimpin oleh Liu Qiang (Wakil Direktur Jenderal CCUD) dan Zhao Fanfan (Direktur Kantor Ekonomi Digital, Divisi Pengembangan Cerdas dan Rendah Karbon) disambut langsung oleh Dr. Eng. Ir. Muhammad Sani Roychansyah, S.T., M.Eng dan Dr. Ir. Tri Mulyani Sunarharum, S.T. Dalam pertemuan yang berlangsung di Yogyakarta ini, kedua belah pihak berdiskusi mengenai pendekatan-pendekatan strategis dalam merancang kota cerdas serta berbagai peluang kolaborasi akademik dan kebijakan ke depan.
Yogyakarta, 9 April 2025 — Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota (MPWK) Universitas Gadjah Mada melaksanakan wawancara terhadap calon mahasiswa asal Timor Leste sebagai bagian dari rangkaian seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) tahun akademik 2025/2026. Kegiatan ini dilakukan oleh Ketua Program Studi MPWK, Dr.Eng. Muhammad Sani Roychansyah, S.T., M.Eng., IAP, yang mewakili prodi dalam menjaring calon mahasiswa internasional penerima Beasiswa Khusus untuk Mahasiswa Pascasarjana.
Mahasiswa Program Magister Perencanaan Wilayah dan Kota (MPWK) Universitas Gadjah Mada (UGM) telah melaksanakan kegiatan lapangan di sejumlah wilayah di Jawa Barat pada tanggal 24–28 Februari 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses akademik yang bertujuan untuk menganalisis potensi dan mengidentifikasi permasalahan dalam rangka penyusunan rencana pengembangan wilayah dan kota.
Empat lokasi yang menjadi tujuan kegiatan lapangan ini meliputi Kota Cimahi, Cibitung, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bogor. Lokasi dipilih berdasarkan minat masing-masing kelompok studio, yang terbagi dalam dua fokus utama, yakni minat lingkup kota dan minat lingkup wilayah.