• Portal UGM
  • Simaster
  • Perpustakaan
  • Portal Akademik
  • Prolat MPWK
  • Webmail
  • Bahasa Indonesia
    • English
    • Bahasa Indonesia
Universitas Gadjah Mada Magister Perencanaan Wilayah dan Kota
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang
    • Visi dan Misi
    • Akreditasi
      • Nasional
      • Internasional
    • Komunitas
      • Staf Pengajar
      • Staf Kependidikan
      • Organisasi Mahasiswa
      • Alumni
    • Penjaminan Mutu
      • Evaluasi Dosen
      • Survei Pengguna
    • Jaringan & Kerjasama
      • Mitra Kerja Sama
    • Hubungi Kami
  • Program
    • Master by Coursework
    • Master by Research
    • Double Degree Program
      • Double Degree University of Groningen
    • Program Pelatihan
    • Kalender Akademik
  • Kemahasiswaan
    • Herregistrasi
    • Yudisium dan Wisuda
    • Prestasi
    • Beasiswa
    • SIMASTER UGM
  • Penelitian
    • Agenda Riset
    • PUBLIKASI
    • JURNAL
    • E-Resources
  • Layanan
    • Fasilitas
    • Layanan IT UGM
    • FT UGM Cloud Printing
    • Unggah Mandiri
  • Link
    • UNDUHAN
    • Prolat MPWK UGM
    • DPP UGM
    • OIA UGM
    • Perpustakaan UGM
    • Perpustakaan FT UGM
    • S1 PWK
    • Fakultas Teknik
    • OIA Fakultas Teknik
    • DTAP UGM
    • S2 Arsitektur
    • S3 Arsitektur
    • PSPPR UGM
  • Beranda
  • AGENDA-ind
  • Perkuat Identitas Kota, MPWK UGM Berikan Masukan Strategis dalam Grand Design Koridor Perkotaan Tulungagung

Perkuat Identitas Kota, MPWK UGM Berikan Masukan Strategis dalam Grand Design Koridor Perkotaan Tulungagung

  • AGENDA-ind
  • 29 April 2026, 13.21
  • Oleh: mpwk
  • 0

TULUNGAGUNG – Pemerintah Kabupaten Tulungagung bekerja sama dengan Magister Perencanaan Wilayah dan Kota (MPWK) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan FGD Paparan Laporan Pendahuluan penyusunan Grand Design Koridor Jalan Perkotaan Tulungagung pada Senin, 27 April 2026 di Kantor Bappeda. Pertemuan ini bertujuan untuk merumuskan arah pengembangan estetika dan fungsi koridor jalan yang berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari dinas teknis hingga komunitas sejarah dan UMKM. Keterlibatan tim ahli dari UGM diharapkan dapat memberikan perspektif akademis yang aplikatif untuk memperkuat karakter kewilayahan di Tulungagung.

Dalam forum tersebut, pihak MPWK UGM memberikan catatan kritis mengenai pentingnya penemuan kembali identitas asli kota sebagai dasar perancangan (branding). Kabupaten Tulungagung secara historis memiliki akar kuat sebagai “Kota Marmer” yang telah dikenal di pasar ekspor, sehingga identitas ini perlu diperkuat kembali agar pembangunan kota lebih berkesinambungan dan berakar pada sejarah riil. Selain merumuskan strategi branding, tim ahli juga menekankan perlunya pemetaan koridor yang bersifat komplementer atau saling melengkapi, bukan saling berkompetisi, dengan memperhatikan kapasitas daya tampung (carrying capacity) serta skenario jam operasional yang berbeda sesuai karakter masing-masing wilayah.

Terkait aspek sosial-ekonomi dan infrastruktur, masukan dari akademisi MPWK UGM menitikberatkan pada penataan sektor informal atau PKL agar memiliki aksesibilitas dan visibilitas yang baik tanpa mengorbankan hak pejalan kaki maupun kebersihan lingkungan. Lebih lanjut, tim UGM mendorong adanya integrasi lintas sektor untuk menonjolkan nilai 135 bangunan Cagar Budaya (CB) bergaya Indische di sepanjang koridor utama. Pemanfaatan bangunan bersejarah ini disarankan agar dimunculkan secara visual sebagai media edukasi bagi generasi muda, sekaligus menghidupkan aktivitas fisik di kawasan-kawasan bersejarah tersebut.

Penyusunan rencana ini secara holistik merupakan perwujudan nyata dari komitmen terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui upaya pelestarian warisan budaya dan penyediaan ruang publik yang inklusif bagi disabilitas, lansia, dan anak-anak. Penataan sektor informal yang mengedepankan aksesibilitas juga selaras dengan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dalam mendukung daya saing UMKM lokal. Akhirnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan ini memperkuat SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), memastikan bahwa transformasi urban di Tulungagung didasarkan pada sinergi keahlian demi mencapai target pembangunan global yang berkelanjutan.

Tags: SDGs 11 : Kota dan Pemukiman Berkelanjutan SDGs 17 : Kemitraan untuk mencapai tujuan SDGs 8 : Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Berita Terakhir

  • Perkuat Identitas Kota, MPWK UGM Berikan Masukan Strategis dalam Grand Design Koridor Perkotaan Tulungagung
  • Perjalanan Riset Warid Zul Ilmi dalam Program Master by Research di MPWK UGM
  • Mahasiswa MPWK Raih Prestasi di Kompetisi Ilmiah Aksinomi Sulampua 2025
  • Mahasiswi MPWK UGM Raih Prestasi di Konferensi Internasional ICPEU 2025
  • Mahasiswi MPWK UGM Terpilih sebagai Delegasi Youth Townhall Road to Y20 Indonesia 2025
Universitas Gadjah Mada

Magister Perencanaan Wilayah dan Kota

Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan

Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

Jl. Grafika No. 2 Kampus UGM, Yogyakarta 55281

   mpwk@ugm.ac.id
   +62 (274) 580095; 580101
   +62 (274) 580052

© 2019 Magister Perencanaan Wilayah dan Kota

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY